Page 1 of 8 (44 total stories) [ 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | > | >> ]  

Dikirim oleh nobermani pada Thursday, 08 October 2020 (22 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis

MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

Nandang Sofyan, S.Pd, M.Pd ( Calon Widyaiswara)

Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial

( BBPPKS Makassar )

HP : 085695679252

Email : nandangsofyan17@gmail.com

 

  Abstrak

 Permasalahan di kalangan pelajar dan mahasiswa berbentuk “kenakalan”. Beberapa di antaranya adalah tawuran antar pelajar dan antar mahasiswa. Di beberapa kota besar tawuran pelajar menjadi tradisi dan membentuk pola yang tetap, sehingga di antara mereka membentuk “musuh bebuyutan”. Bentuk kenakalan lain yang dilakukan pelajar dan mahasiswa adalah meminum minuman keras, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba yang bisa mengakibatkan depresi bahkan terkena HIV/AIDS. Fenomena lain yang mencoreng citra pelajar dan lembaga pendidikan adalah maraknya “gang pelajar” dan “gang motor”. Perilaku mereka bahkan seringkali menjurus pada tindak kekerasan (bullying) yang meresahkan masyarakat dan bahkan tindakan kriminal seperti pemalakan, penganiayaan, bahkan pembunuhan. Semua perilaku negatif di kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut atas, jelas menunjukkan kerapuhan karakter yang cukup parah yang salah satunya disebabkan oleh tidak optimalnya pengembangan karakter peserta didik di lembaga pendidikan di samping karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Kata Kunci : Guru, Karakter, Peserta Didik, Kenakalan
 Read More...
Catatan:

DAFTAR PUSTAKA

Langeveld, M.J. 1980. Beknopte Theoritische Paedagogiek, (Terj.:Simajuntak), Bandung: Jemmars.
Megawangi, R. 1999. Pendidikan Karakter Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Depok: Indonesia Hertage Foundation (IHF)
Nata, Abudin. 1997 Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Logos wacana ilmu.
Soedarsono Sumarno. (2004).Charakter Building Membentuk watak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Syaripudin, Tatang. 2012. Landasan pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang “Standar Nasional Pendidikan”
Tulus, Tu’u. 2004. Peran Disiplin Pada Prilaku Dan Prestasi Siswa. Jakarta: Gramedia
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang “Sistem Pendidikan Nasional”.
 


Dikirim oleh nobermani pada Monday, 05 October 2020 (70 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis

 MEMFORMULASIKAN SAJIAN UNTUK ANALISIS

( Kajian terkait Unsur Kegiatan Fungsional Perencana
 menurut PERMENPAN RB No.4 Tahun 2020 )
Penulis: Andi Aidil Pratama, SE, MM
Email : dileox@gmail.com
 
ABSTRAK
Analisis adalah Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan lainnya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkara, dan sebagainya). Dalam melakukan analisis sebuah tema masalah, diperlukan adanya formulasi sajian bahan/ data yang dapat menunjang untuk melakukan analisis tersebut.
Memformulasikan memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga memformulasikan dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.Pengertian Memformulasikan adalah Merumuskan atau menyusun dalam bentuk yang tepat.
Bahan/ data yang dikumpulkan untuk melakukan sebuah analisis biasa disebut dengan formulasi sajian untuk analisis, yang gunanya adalah sebagai pembatas bahasan analisis agar sesuai dengan tujuan dalam melakukan sebuah analisis .
Kata Kunci : sajian, analisis
 Read More...
Catatan:
DAFTAR  PUSTAKA :
PERMENPANRB No.4 Tahun 2020 Yentang Jabatan Fungsional Perencana.
https://id.wiktionary.org/wiki/memformulasikan
https://kbbi.web.id/formulasi
https://www.zonareferensi.com/pengertian-analisis-menurut-para-ahli-dan-secara-umum/
George A. Ferguson, Yoshio Takane Statistical Analysis In Psychology and Education, 6th Edition TF-92627 US/Data/Medical-Books

Topik: Umum
Dikirim oleh nobermani pada Monday, 05 October 2020 (34 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis

 Melakukan riset kebijakan untuk  menghasilkan

dokumen bahan perencanaan pembangunan 

 ( Kajian terkait Unsur Kegiatan Fungsional Perencana 

 menurut PERMENPAN RB No.4 Tahun 2020 ) 

 Andi Aidil Pratama, SE,MM ( Perencana Ahli Muda pada BBPPKS Makassar )

  Email : dileox@gmail.com 

ABSTRAK

Untuk mendukung sebuah kebijakan,dirasa perlu adanya sebuah penelitian/ riset tentang kebijakan tersebut, baik terkait dengan masalah kebijakan, hasil maupun dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kebijakan tersebut.

Istilah kebijakan digunakan untuk menggambarkan tentang suatu kegiatan yang mencakup penentuan tujuanm penentuan prioritas, penyusunan rencana dan menspesifikasi aturan-aturan dalam pembuatan keputusan ( Gorda, Lewis, dan Young, 1993). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siapapun yang memiliki otoritas atau kewenangan dalam pembuatan kebijakan, yang merentang dari mulai penentuan tujuan sampai pembuatan keputusan, yang didalamnya mencakup kegiatan menentukan skala prioritas, penyusunan rencana dan penentuan aturan-aturan dalam penggambilan keputuasan ini semua disebut dengan kebijakan. Jadi pada hakekatnya kebijakan itu merupakan bidang yang menjadi kewenangan pemerintah pada berbagai level, dan pemegang otoritas kewenangan pada sektor swasta, yaitu para pimpinan organisasi ataupun para manajer pada berbagai level organisasi atau lembaga.

Dokumen bahan perencanaan harus berdasarkan data yang merupakan sebagai bahan perencanaan. kebijakan berbasis bukti sangat erat hubungannya dengan data yang tersedia. Sebab data ini nanti akan ditranspormasi menjadi informasi untuk pengambilan keputusan kebijakan. 

Untuk mendapatkan data seorang perencana harus melakukan riset atau penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara peneliti dan perencana dalam melakukan penelitian, diantaranya seorang peneliti dapat melakukan penelitian dengan jangkan waktu yang lama sedangkan dalam penelitian kebijakan waktu yang diperlukan relatif singkat dan membahas perhatian publik pada saat tertentu. Selain itu, seorang peneliti biasanya berfokus untuk menghindari kesalahan tipe I dan tipe II untuk menyimpulkan hasil, sedangkan untuk seorang perencana yang harus dihindari adalah kesalahan tipe II yakni memecahkan masalah yang salah.

 Read More...
Catatan:
DAFTAR  PUSTAKA
PERMENPANRB No.4 Tahun 2020  Tentang Jabatan Fungsional Perencana.
http://repository.uin-suska.ac.id/4112/3/BAB%20II.pdf
Patton, C. and Sawicki, D. (1993) Basic Methods of Policy Analysis and Planning. Prentice-Hall, Upper Saddle River.
Ismail, Solihin. 2008. Pengantar Manajemen. Jakarta : Erlangga
 


 


Topik:
Dikirim oleh nobermani pada Monday, 07 September 2020 (64 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis

(Makassar/Juli 2020) Program jaring Pengaman Sosial yang di keluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia di tujukan kepada Keluaraga Miskin dan Rentan Miskin yang terdampak oleh COVID-19 dan di salurkan oleh PT. POS Indonesia di seluruh wilayah Nusantara

 Read More...

Topik: Berita
Dikirim oleh bbppksmakassar pada Friday, 22 May 2020 (326 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis

Makassar 22/05/2020. Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI yang merupakan salah satu bentuk Jaring pengaman sosial yang diberikan kepada Keluarga miskin dan rentan miskin akibat pandemi COVID-19 yang akan disalurkan 3 tahap / bulan yakni pada bulan mei, juni dan juli tahun 2020

 Read More...

Topik: Berita
Dikirim oleh nobermani pada Monday, 30 March 2020 (390 kali dibaca)
BBPPKS MAKASSAR menulis
RELEVANSI PEKERJAAN SOSIAL TERHADAP PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL PEKERJA ANAK
A.Jeneta Putri, S.ST (PPNPN BBPPKS MAKASSAR)
Hp: 08114346239
 
 
ABSTRAK
Masalah Pekerja anak di Indonesia pada saat ini sungguh memprihatinkan, jumlah pekerja anak di berbagai daerah di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini menimbulkan suatu permasalahan yang serius bagi pemerintah Indonesia. Dalam artikel ini, membahas mengenai kondisi secara umum mengenai pekerja anak serta faktor-faktor yang menyebabkan seorang anak menjadi pekerja anak. Selain itu, mengetahui definisi pekerja anak serta permasalahan yang dihadapi pekerja anak. Masalah pekerja anak ini sangat berkaitan dengan salah satu profesi yang akan membantu dalam proses kasus-kasus pada pekerja anak terutama mengenai permasalahan yang dihadapi pekerja anak. Salah satu profesi tersebut adalah pekerjaan sosial, dimana peran dari pekerja sosial sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan pekerja anak. Peran pekerja sosial tersebut diantaranya adalah sebagai advokator, konselor, pendamping, dan mediator. Selain pekerja sosial, peran dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi dan menghapus pekerja anak terus dilakukan, upaya-upaya pemerintah Indonesia dibuktikan dengan menjalin kerjasama dengan ILO. Hal tersebut bertujuan agar anak-anak di dunia khususnya di Indonesia dapat hidup dengan sejahtera dan sesuai dengan proses tumbuh dan kembangnya.
 
PENDAHULUAN
Masalah pekerja anak di Indonesia mulai dibicarakan sejak awal tahun 1990-an ketika media mulai mengungkap kasus-kasus perlakuan buruk terhadap pekerja anak. Pekerja anak adalah anak-anak yang harus terjun ke dunia kerja sebelum mencapai usia legal untuk bekerja sehingga hak-hak dasar mereka terampas. Beberapa bentuk hak dasar tersebut antara lain adalah hak kebebasan untuk memilih dan jaminan untuk tumbuh kembang secara utuh baik fisik maupun mental, termasuk hak untuk bersekolah. Indonesia sendiri mematok batas usia minimum untuk diperbolehkan bekerja di semua sektor adalah 15 tahun. Batas usia yang tidak boleh kurang dari usia usai wajib belajar ini, ditetapkan oleh oleh Undang-undang (UU) No. 20 Tahun 1999 yang mengacu pada Konvensi ILO No. 138 mengenai Usia Minimum untuk diperbolehkan bekerja. Selain mengembalikan hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan pekerja anak ini tentunya membawa dampak kepada aspek psikososialnya dimana si anak ini bekerja bukan pada waktu yang tepat yang tentunya akan menghambat proses tumbuh kembangnya dan tidak sesuai dengan tugas perkembangan di usianya. Hal ini merupakan bentuk penyimpangan dimana seharusnya anak-anak tersebut sedang mengenyam bangku pendidikan dan dalam kondisi keceriaan namun pada kenyataannya sebagain anak di Indonesia malah bekerja untuk kehidupannya. Selain itu, lingkungan tempat anak bekerja juga dapat mempengaruhi kehidupan anak tersebut serta dari faktor keluarga yang ikut mempengaruhi anak. Untuk itu, diperlukan suatu perlindungan terhadap anak-anak yang bekerja atau kebijakan yang tegas agar tidak ada lagi pekerja anak.
Data mencatat proporsi pekerja anak pada 2017 sebesar 1,5 persen dari total populasi anak sebesar 84,4 juta jiwa. Mereka tak mengenyam bangku sekolah sama sekali. Lama bekerja pun beragam, mulai dari satu jam hingga 97 jam seminggu. Sebanyak 1,5 persen pekerja anak dari total populasi anak itu, jumlahnya setara 1,2 juta anak. Berbeda dengan kondisi di perdesaan, mayoritas di perkotaan mereka bekerja di sektor perdagangan (23 persen) dan industri pengolahan di pabrik (22,3 persen).
Para pekerja anak ini masuk dalam klasifikasi International Labour Organization (ILO) sebagai buruh anak yang tak bersekolah dan pekerjaannya berpotensi mengganggu pertumbuhan mental, fisik, serta sosial. Pekerja anak kategori ini yang perlu diminimalisir keberadannya. Konvensi ILO yang telah diratifikasi menjadi UU Nomor 20 Tahun 1999 menyebutkan pekerjaan ringan hanya boleh dilakukan pekerja berusia 16 tahun ke atas sementara batas usia pekerja anak yang membahayakan kesehatan, keselamatan, atau moral yakni 18 tahun. Terlepas dari kategori tersebut, ada pula anak yang bekerja membantu orang tua tetapi masih mengenyam pendidikan, yakni berkisar 629 ribu anak per Maret 2017. Anak kategori ini dibolehkan ILO untuk tetap mencari keterampilandi luar sekolah yang dinilai dapat mengembangkan diri.
Masalah pekerja anak ini sangat berkaitan dengan salah satu profesi yang akan membantu dalam proses kasus-kasus pada pekerja anak terutama mengenai permasalahan yang dihadapi pekerja anak. Salah satu profesi tersebut adalah pekerjaan sosial, dimana peran dari pekerja sosial sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan pekerja anak. Peran pekerja sosial tersebut diantaranya adalah sebagai advokator, konselor, pendamping, dan mediator. Selain pekerja sosial, peran dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi dan menghapus pekerja anak terus dilakukan, upaya-upaya pemerintah Indonesia dibuktikan dengan menjalin kerjasama dengan ILO.
 Read More...

Topik: Berita


Page 1 of 8 (44 total stories) [ 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | > | >> ]  

Translate

Translation

Syndicate News




·301 Moved Permanently



·Page not found:



·301 Moved Permanently



·Page not found:



·404 Not Found



·301 Moved Permanently



·Page not found:



·Page not found:



·Page not found:



·PERESMIAN SEKOLAH DI..
·PERESMIAN SEKOLAH DI..
·TERAPI KELOMPOK PENE..



·Page not found:



·Page not found:



·
·
·Sosialisasi Program ..



·301 Moved Permanently



·KUNJUNGAN DIRJEN KE ..
·
·KUNJUNGAN JICA



·Page not found:



·Page not found:



·Press Gathering
·Pelepasan Purnabakti..
·Presentasi Hasil Pra..



·Perpustakaan Provins..
·Penerima Manfaat BRS..
·63 (ENAM PULUH TIGA)..



·TIMELINE AKTIVITAS B..
·TIMELINE SEMESTER I ..
·ROADMAP PSBR MENUJU ..



·Mari Bersama Mencega..
·Widyawisata dan Term..
·Bimbingan hidup berm..



·KEGIATAN OUT BOND BA..
·HUT RI ke 71 di PSBR..
·PERINGATAN HARI ANAK..



·PENUTUPAN BIMBINGAN ..
·KUNJUNGAN KE MUSEUM..
·BIMBINGAN KEWIRAUSAH..



·301 Moved Permanently



·Kunjungan Kerja Ment..
·Outbound, Upaya dala..
·Pembukaan Pekan Orie..



·Page not found:



·Tahukah Anda tentang..
·Pusat Penanganan Tra..
·Upacara Kesadaran Na..



·Belajar Online di Ru..
·BBRVPD DORONG KABUPA..
·PENGUATAN PROGRES PE..



·Pemberian Piagam Kep..
·HARI SUMPAH PEMUDA
·Fashion Show



·301 Moved Permanently



·Maksimalkan Komunika..
·PEMETAAN SOSIAL, SEB..
·Kunjungan Menteri So..



·301 Moved Permanently



·Program World Friend..
·Kunjungan Penasehat ..
·Pembukaan Program Pe..



·Sosialisasi HIV/AIDS..
·Program Kemandirian ..
·Kreasi Kerajinan Tan..



·Bermain Bersama Anak..
·MENATA ANAK INDONESI..
·Home Visit: Tahapan ..



·Page not found:

View All Feeds

Survei

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan situs ini?

Sangat Baik
Baik
Biasa saja
Kurang Baik
Jelek



Hasil
Polling

Pemilih: 47
Komentar: 0

Tag

Kalender Kegiatan

<< November 2020 >>

S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930         

Top 10 Download

;